U

Menlu RI Serukan Gencatan Senjata Sikapi Kekerasan di Palestina

JAKARTA—Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, dan kembali mendesak Israel untuk mengakhiri kedudukannya di wilayah Palestina, melalui tayangan video pada Peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-78 di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

“Hentikan kekerasan, ciptakan gencatan senjata, buka akses kemanusiaan, dan jangan lupa selesaikan akar permasalahan, yaitu akhiri kependudukan Israel atas Palestina,” ujarnya.

Saat ini Retno tengah berada di New York, Amerika Serikat untuk berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah termasuk Palestina, dan sidang darurat Majelis Umum PBB tentang tindakan ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Gencatan senjata juga telah disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Hal tersebut harus segera dilakukan untuk memungkinkan pembebasan sandera dan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menurut Retno, PBB lamban dalam menangani krisis di Gaza. Oleh karena itu, Retno menyuarakan pentingnya reformasi PBB secara menyeluruh sehingga badan dunia tersebut tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi permasalahan di dunia.

Dewan Keamanan PBB juga telah mengadakan sidang darurat pada pekan lalu untuk membahas serangan Israel ke Gaza sekaligus melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi tentang konflik Israel dan Palestina. Namun, rancangan resolusi yang menyerukan jeda kemanusiaan di Gaza gagal disahkan oleh Dewan Keamanan PBB karena veto dari Amerika Serikat (AS).

AS menjadi satu-satunya penentang rancangan resolusi yang diusulkan Brasil itu. Sebanyak 12 dari 15 negara menyetujui, sedangkan Rusia dan Inggris abstain.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya sempat menegaskan penolakan terhadap gencatan senjata di Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang parah yang menyusul keputusan Israel memblokade dan memutus listrik, air, makanan, dan pasokan lain ke wilayah kantong tersebut.

Sebanyak 5.182 warga Palestina baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat tewas dalam agresi pendudukan Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023, demikian menurut sejumlah sumber medis pada Senin (23/10/2023).

Pihak medis melaporkan 5.087 korban tewas di Jalur Gaza itu termasuk 2.055 anak-anak, 1.119 perempuan dan 217 lansia. Sementara itu, dilaporkan pula sebanyaj 15.273 orang luka-luka. Sumber itu pula menyebutkan bahwa pasukan Israel melakukan 23 pembantaian dalam sehari yang menelan 436 korban jiwa, termasuk 182 anak. Kebanyakan dari mereka dari Selatan Jalur Gaza.

Sementara itu, di wilayah pendudukan Tepi Barat korban tewas bertambah menjadi 95 orang setelah dua orang warga ditembak mati pasukan Israel yakni Mahmoud Saif Nakhleh dan Muhammad Illyan, di kamp pengungsi Jalazone, Ramallah, pada Senin pagi (23/10/2023).(ei)

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif hingga Mei 2026

Sekarang

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang