Komisi D DPRD Kota Malang Desak Dinkes Cegah Cepat Campak
SekarangAja, MALANG–Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo ST MT menyoroti meningkatnya temuan kasus campak di Kota Malang. Ia meminta Pemkot Malang bertindak cepat agar penularan tidak meluas.
Ginanjar menegaskan, kesehatan harus menjadi prioritas utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Malang. Ia menyebut, laporan kasus campak sebagian besar menyerang anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah Kecamatan Sukun.
Menurut Ginanjar, DPRD telah menerima aduan terkait temuan kasus campak sejak beberapa waktu lalu. Hingga kini, masih ditemukannya kasus campak. Bahkan dilaporkan ada pasien yang meninggal dunia.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya kemarin.
Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Malang segera melakukan langkah penanganan dan mitigasi secara serius. Salah satunya dengan melokalisir kasus agar tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Puskesmas harus benar-benar turun, dibantu kader posyandu, supaya tidak menyebar ke wilayah lain,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang ini.
Selain penanganan, Ginanjar menekankan pentingnya mitigasi melalui edukasi hidup sehat, perbaikan sanitasi, serta penguatan imunisasi campak. Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi posyandu dan sekolah untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya vaksinasi.
Terkait data terbaru, hingga awal Februari 2026 tercatat tujuh kasus campak di tiga kelurahan di Kota Malang. Rinciannya, dua kasus di Kelurahan Buring, dua kasus di Kelurahan Kedungkandang, dan tiga kasus di Kelurahan Tanjungrejo.
Berdasarkan laporan awal, kasus di Buring dan Kedungkandang memiliki hubungan epidemiologi. Sementara dua dari tiga kasus di Tanjungrejo juga terindikasi memiliki keterkaitan penularan. (inforial/cia)















