U

Pemprov DKI-YouTube Kolaborasi Perkuat Pendidikan dan Kesehatan Mental

SekarangAja, JAKARTAProgram kolaborasi antara Pemprov DKI dan YouTube mendapat dukungan. Salah satunya dari Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira. Program ini untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan mental, serta literasi media melalui peluncuran program Anak dan Keluarga Sigap Digital (AKSI).

 Farah menyampaikan, sejumlah masukan agar program tersebut dapat berjalan secara produktif dan efektif. Menurut Farah, hal utama yang perlu diperhatikan yakni bentuk intervensi yang dilakukan untuk memastikan target program benar-benar tercapai.

“Misalnya, apakah anak-anak mendapatkan pembekalan secara berkala, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk para guru,” ujar Farah, Sabtu (31/1/2026) hari ini melansir beritajakarta.id.

Selain itu, Farah juga mendorong agar program AKSI dapat dipertimbangkan sebagai muatan lokal atau materi khusus yang diterapkan di Jakarta. Ia menilai, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pionir dalam pengembangan kebijakan dan program pendidikan di tingkat nasional.

Ia berharap, program ini membuka peluang kolaborasi dengan berbagai platform digital lainnya, tidak hanya terbatas pada YouTube. Menurutnya, platform seperti TikTok dan Instagram memiliki jangkauan yang lebih cepat dan luas di kalangan anak-anak dan remaja.

Di sisi lain, dia menekankan, pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari platform digital terhadap batasan usia pengguna. Hal tersebut penting untuk mencegah anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai umur atau tidak layak ditampilkan, seperti konten yang mengandung unsur kekerasan, violence, maupun bullying.

“Pengawasan ini sangat penting, mengingat masih maraknya kasus yang terjadi di lingkungan sekolah, baik yang melibatkan guru maupun antar sesama murid,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemprov DKI dan YouTube mencakup pelatihan pembuatan konten edukatif yang telah dimulai di SMK Negeri 27 Jakarta, serta pembekalan isu kesehatan mental bagi sekitar 2.500 guru dan remaja.

Program AKSI sendiri bertujuan memberdayakan ekosistem sekolah dan keluarga di Jakarta agar mampu menjelajahi dunia digital secara aman, produktif, dan bertanggung jawab, sejalan dengan visi dan misi pembangunan karakter daerah. (red)

Sekarang

DPRD DKI Jakarta Ingatkan Pengerukan 13 Sungai Harus Konsisten

Sekarang

DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya di Kawasan Soehat

Hijau