Wamen Ekraf Apresiasi SOVLO, Jenama Fesyen yang Jadi Kanvas Ilustrator Lokal
JAKARTA– Wamen Ekraf Irene Umar menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan jenama fesyen lokal SOVLO, baik dalam penguatan eskalasi bisnis maupun dukungan terhadap pameran seni tahunan Teras Inspirasi (Terasi) 2026.
Wamen Ekraf Irene mengapresiasi inisiatif SOVLO yang secara konsisten mengangkat karya ilustrator lokal menjadi produk fesyen bernilai tambah.
“SOVLO menyediakan kanvas bagi para ilustrator untuk mengkomersialisasi karya mereka dan menjadi ‘rumah’ untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen sekaligus membangun komunitas. Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat agar berkelanjutan dan menghadirkan dampak yang saling timbal balik,” kata Wamen Ekraf Irene saat beraudiensi dengan SOVLO di Autograph Tower, belum lama ini.
SOVLO merupakan jenama fesyen lokal yang secara konsisten berkolaborasi dengan ilustrator Indonesia melalui peluncuran produk baru setiap bulan. Mengusung semangat kebanggaan terhadap karya anak bangsa, SOVLO tidak hanya menampilkan ilustrasi pada produknya, tetapi juga menghadirkan informasi tentang sosok kreator di balik karya tersebut.
Dengan pendekatan ini, konsumen diajak untuk tidak sekadar membeli produk, melainkan turut mendukung keberlanjutan ekonomi para ilustrator.
Semangat kolaborasi tersebut juga tercermin dalam rencana gelaran Teras Inspirasi (Terasi) 2026 yang mengusung tema ‘Grow Together’ sebagai perayaan enam tahun perjalanan SOVLO bersama para ilustrator dan konsumennya.
Tahun ini, Terasi berencana menghadirkan instalasi seni dari 60 ilustrator terkurasi serta pameran produk kolaborasi dengan sejumlah nama ternama seperti Dinda PS, Liunic, dan Darbotz. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Terasi berhasil menarik lebih dari 24 ribu pengunjung.
Selain Terasi, pada 2026 SOVLO juga merencanakan program Rumah Ilustrator Lokal sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi ilustrator.
Menanggapi rencana tersebut, Wamen Ekraf Irene menekankan pentingnya konsep program yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan ekosistem kreatif.
“Untuk program seperti Rumah Ilustrator Lokal, perlu dirancang aktivitas yang benar-benar dapat mengakselerasi para ilustrator agar naik kelas. Dari sisi pemerintah, kami siap menjembatani melalui dukungan edukasi dan kolaborasi dengan asosiasi-asosiasi DKV,” ujar Wamen Ekraf Irene.
Lebih lanjut, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekraf dan Data, Jago Anggara, menjelaskan bahwa Kementerian Ekraf siap berperan aktif dalam memperluas jejaring kolaborasi SOVLO, baik dengan pelaku industri ritel maupun mitra strategis lainnya.
Ini guna memperkuat skala penyelenggaraan Terasi serta membuka peluang kerja sama lintas sektor.
“Untuk acara Terasi, kami dapat menjadi jembatan dalam mengkoneksikan SOVLO dengan penyedia lokasi seperti pusat perbelanjaan, serta dengan jenama maupun IP mitra kami,” ujar Jago Anggara.
Sementara itu, Co-Founder SOVLO, Djohan, menegaskan komitmen jenamanya untuk terus menghadirkan dampak nyata bagi para ilustrator. “Brand kami berangkat dari tujuan utama mengangkat karya ilustrator lewat kolaborasi dengan produk signature SOVLO,’’ katanya.
‘’Tahun ini, kami menilai penjualan saja tidak cukup, sehingga kami memperkuat aktivasi, seperti melalui personalisasi dan kustomisasi, agar produk tidak hanya memberi eksposur, tetapi juga mensejahterakan para ilustrator,” sambung Djohan. Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif seperti SOVLO, Kementerian Ekraf berharap ekosistem ilustrator lokal semakin tumbuh berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi eksposur karya, tetapi juga dari peningkatan nilai ekonomi dan penguatan posisi mereka di industri kreatif nasional. (red)















