Perluas Jejaring Budaya Indonesia di Eropa melalui Pencak Silat
JAKARTA– Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menerima kedatangan perwakilan Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF), Bradley Jacobs. Pertemuan ini sekaligus momentun bangun jejaring budaya di Belanda.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Menbud Fadli Zon menyebutkan bahwa pertemuan ini kedepannya memiliki potensi untuk menjadikan NPSF sebagai duta budaya untuk mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri.
NPSF menegaskan bahwa silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga. Namun juga sebagai medium pelestarian budaya, penguatan identitas, serta sarana pengembangan
mental dan spiritual bagi komunitas diaspora Indonesia, maupun bagi sebagian penduduk Belanda. Sejumlah program berbasis silat terus dikembangkan, termasuk merujuk ke
nilai-nilai filosofis yang melekat dalam tradisi silat. Program-program tersebut disusun melalui kajian internal untuk menjawab kebutuhan komunitas, terutama di negara-negara Eropa yang memiliki populasi diaspora Indonesia cukup besar.
Kementerian Kebudayaan sangat mengapresiasi hal tersebut, diaspora Indonesia yang ada di Belanda yang jumlahnya mungkin sekitar 20 persen dari populasi Belanda tetap mempunyai minat terhadap budaya Indonesia.
Dalam pertemuan ini, turut dibahas bahwa pencak silat yang dikembangkan terdiri dari berbagai aliran, termasuk dari aliran Cimande.
Dalam kesempatan itu, Bradley menyampaikan NPSF kerap mengadakan berbagai diskusi, kegiatan, dan festival, termasuk juga di bidang budaya lainnya seperti keris dan wayang.
Menurut Bradley Jacobs, melalui pembelajaran silat, peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis bela diri, tetapi juga nilai, filosofi, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Meski demikian, menurutnya tantangan masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan pendekatan kebudayaan dalam pembelajaran silat di luar negeri yang lebih menekankan aspek olahraga.
“Untuk itu, federasi berupaya mengembangkan kurikulum silat berbasis kebudayaan yang inklusif dan menghormati keberagaman aliran serta tradisi silat, akan diuji coba sebagai kegiatan ekstrakurikuler di tingkat sekolah dasar, menengah, hingga atas. Melalui kurikulum ini, silat diharapkan dapat diperkenalkan secara lebih komprehensif sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana pendidikan karakter,” tambah Bradley.
Menanggapi hal tersebut, Menbud Fadli menjelaskan tentang ketersediaan pendukungan dari Kementerian Kebudayaan. “Kami memiliki satu skema pembiayaan, yaitu Dana Indonesiana, yang dapat dimanfaatkan untuk proyek-proyek kebudayaan. Saat ini skema tersebut sedang ditutup dan akan dibuka kembali pada bulan Februari 2026. Dana Indonesiana berlaku untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya, khususnya yang telah diakui oleh UNESCO, seperti silat,” kata Menbud Fadli Zon.
Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Direktur Promosi Kebudayaan, Undri; serta Ignatius Supriyanto dan Helen Pape dari NPSF.
NPSF turut aktif membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di Indonesia maupun di Eropa. Kegiatan kebudayaan dan pelatihan silat telah dilaksanakan dengan melibatkan tokoh budaya, organisasi nasional, serta mitra lokal di Indonesia, termasuk di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Sekitar 20 persen populasi Belanda memiliki garis keturunan Indonesia, atau setara dengan sekitar 2 hingga 2,5 juta orang, yang menjadi potensi besar bagi pengembangan diplomasi budaya melalui silat.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan dan Federasi berharap dukungan terhadap kegiatan kebudayaan khususnya silat, dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan melalui skema hibah, kerja sama pendidikan, serta kolaborasi dengan komunitas diaspora Indonesia.
Silat, sebagai warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. (red)
- Cara mengajukan Dana Indonesiana
- Dana Indonesiana
- Jejaring Budaya Indonesia di Eropa melalui Pencak Silat
- Jumlah diaspora Indonesia di Belanda
- Kementerian Kebudayaan
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima perwakilan Nederlandse Pencak Silat Federatie Bradley Jacobs
- Nederlandse Pencak Silat Federatie Bradley Jacobs
- NPSF
- NPSF Bradley Jacobs
- Pencak Silat di Belanda
- Perkembangan Pencak Silat di Belanda
- Perluas Jejaring Budaya Indonesia di Eropa melalui Pencak Silat
- Populasi Diaspora Indonesia di Belanda
- Proposal Dana Indonesiana















