U

Sepanjang 2025, Kejari Malang Berhasil Selamatkan Uang Negara Sebesar Rp 15 M

MALANG– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dalam capaian tersebut, telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 15 miliar.

Kepala Kejari Kota Malang, Tri Joko mengatakan, pembayaran kerugian keuangan negara diperoleh dari penitipan pembayaran tersangka maupun terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi. Dengan rincian, total dana yang berhasil dititipkan ke kas negara mencapai Rp 10.633.970.900.

“Untuk perkara tindak pidana korupsi, ditangani oleh  Tindak Pidana Khusus. Jumlah itu terdiri dari perkara atas nama terdakwa Handoko, menitipkan pembayaran kerugian keuangan negara di tahap penuntutan sejumlah Rp 3.062.331.000,” ujarnya Selasa (9/12/2025) lalu.

Selanjutnya, perkara atas nama terdakwa Awan Setiawan menitipkan pembayaran kerugian keuamgan negara pada tahap penuntutan sejumlah Rp 5.422.468.900.

Kemudian, perkara atas nama tersangka Kartika Samsuadi menitipkan pembayaran kerugian keuangan negara pada tahap penyidikan sejumlah Rp 2.149.171.000.

“Dengan dilakukannya penitipan pembayaran ini, maka Bidang Tindak Pidana Khusus menegaskan komitmen dalam mendukung proses penegakan hukum. Sekaligus, pemulihan kerugian keuangan negara sebagai bagian dari pemberantasan korupsi,” jelasnya.

Sementara itu, hal yang sama juga dilakukan oleh Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kota Malang. Sepanjang tahun 2025, Bidang Datun mencatat capaian signifikan berupa penyelamatan dan pemulihan keuangan negara dengan total lebih dari Rp 4,8 miliar.

Jumlah itu berasal dari kemenangan gugatan perdata di Bidang Tindak Pidana Khusus perihal Perum Ampeldento sebesar Rp 750.020.000.

Selanjutnya, pemulihan keuangan negara sebesar Rp 4.099.609.052 bersumber dari penagihan piutang BRI lewat mekanisme pendampingsn dan tindakan hukum yang sah. Serta penagihan piutang BPJS, yang dikembalikan ke negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ada peningkatan dibandingkan kinerja sebelumnya. Karena tahun lalu, perkara masih dalam proses penyidikan dan baru tahun ini ada uang yang bisa diselamatkan,” tambahnya.

Dengan capaian ini, Tri Joko berharap tahun depan ada peningkatan dalam penyelamatan uang negara. Termasuk, melakukan penguatan sinergi dengan berbagai stakeholder terkait lainnya.

“Capaian tersebut menegaskan komitmen serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Ke depannya, kami berharap akan terus bersinergi dengan berbagai instansi untuk menjaga dan memulihkan aset negara secara profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya. (cia)

Jakarta Diprakirakan Hujan Hari Ini

Sekarang

Kebersihan Laut Kunci Daya Saing Pariwisata Indonesia

Hijau

Jakarta Diprakirakan Hujan Hari Ini

Sekarang