SURABAYA– Jawa Timur menghadapi dampak El Nino. Yakni berupa kekeringan ekstrem. Ini terjadi di 21 kabupaten/kota. Semua pemda diminta meningkatkan kewaspadaan.
Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana di Wilayah Jawa Timur dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi tahun 2023 – 2024. Rapat tersebut digelar Senin (9/10/2023) di Kantor BPSDM Jatim di Surabaya.
Ancaman bencana yang mengikuti seperti krisis sumber pangan yang harus diwaspadai. Suharyanto mengajak jajaran perangkat pemerintah daerah mewaspadainya.
Ia menegaskan perlu dilakukan dan mulai diatur skema mitigasi yang terintegrasi. Seluruh kepala daerah di Jawa Timur harus mulai memetakan kerawanan bencana hidrometeorologi dampak El Nino.
“Kami menyadari semua bencana ini kejadian berulang, tapi mitigasi sangat penting. Kita saat ini mengalami El Nino, nanti sebentar lagi ada La Nina sehingga sudah harus segera disiapkan langkah mitigasi,” tutur mantan Pangdam V Brawijaya itu.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga memberikan bantuan anggaran operasional Rp 250 juta dan peralatan berupa tandon air, pompa air dan beberapa lainnya kepada 24 kabupaten/kota. Khusus Pemprov Jatim, BNPB memberikan bantuan anggaran operasional sebesar Rp 1 miliar. (ran)