Indonesia Sehat Jiwa Perluas Layanan ke Solo Raya,  Kolaborasi Ponpes Al Manshur dan PCNU Klaten untuk Program Anti-Bullying Santri

KLATENYayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia melalui program Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) resmi memperluas jangkauan layanan kesehatan mental ke wilayah Solo Raya. Perluasan ini ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten, Minggu (24/8/2025) lalu di Klaten, Jawa Tengah.

Kerja sama strategis ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi para santri melalui program anti-bullying. ISJ akan memberikan dukungan berupa edukasi, konseling, dan intervensi yang berfokus pada kesehatan mental para santri.

Melalui kemitraan ini, Ponpes Al Manshur Popongan Klaten dan PCNU Klaten akan menjadi partner ISJ dalam membangun kesadaran  terhadap pentingnya kesehatan mental, khususnya dalam konteks pencegahan bullying.

Ketua Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia yang juga inisiator Indonesia Sehat Jiwa Sofia Ambarini mengatakan penandatanganan MoU ini menjadi wujud kolaborasi multi-pihak yang solid untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Sehingga setiap santri bisa menuntut ilmu dengan tenang. 

‘’Kerja sama ini bertujuan memberikan dukungan psikologis yang komprehensif, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga masyarakat di sekitar pesantren dan  masyarakat Solo Raya  pada umumnya,’’ jelas Sofia Ambarini.

Lebih lanjut Sofia mengatakan sudah disiapkan rencana ke depan. Yakni  mencakup beberapa program utama yang akan diimplementasikan secara bertahap.

Pertama, kata dia, Klinik Pratama Terintegrasi. ‘’Kolaborasi ini akan mengoptimalkan Klinik Pratama yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al Manshur dan PCNU Klaten. Klinik ini akan menjadi pusat layanan awal untuk kesehatan mental, di mana pasien bisa mendapatkan konseling, diagnosis dini, serta rujukan jika diperlukan,’’ jelas Sofia.

Kedua lanjutnya, Layanan Konseling Komunitas. Melalui program ini, ISJ akan menghadirkan Pojok Curhat yaitu layanan konseling reguler di lingkungan pesantren. Layanan ini terbuka bagi santri, pengajar, dan masyarakat sekitar. Tujuannya untuk menciptakan ruang yang aman bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan profesional, tanpa harus khawatir soal biaya atau stigma.

‘Selain itu Program Pelatihan Dini untuk Santri. Tujuannya untuk membangun ekosistem dukungan yang kuat, ISJ akan melatih para santri terpilih menjadi Peer Support atau pendukung sebaya.

‘’Mereka akan dibekali kemampuan dasar konseling, mendeteksi tanda-tanda masalah mental, dan memberikan pertolongan pertama psikologis (psychological first aid). Program ini memberdayakan para santri untuk menjadi garda terdepan dalam membantu teman-temannya,’’ papar Sofia.

Ia menambahkan, kerja sama ini adalah bagian dari komitmen ISJ untuk mendekatkan layanan kesehatan mental ke akar rumput. ‘’Dengan menggandeng Pondok Pesantren Al Manshur, ISJ berharap dapat menembus hambatan geografis dan stigma sosial yang sering menghalangi masyarakat, khususnya di daerah-daerah, untuk mencari bantuan,’’ pungkas Sofia. (red)

Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Hari Ini

IP Lokal  Pendorong Kreativitas Era Global

Sekarang

Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Hari Ini

Sekarang

IP Lokal  Pendorong Kreativitas Era Global

Sekarang