Kasus PMK Muncul Lagi di Kota Malang, Tapi Vaksinnya Kosong
MALANG– Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang melonjak di Kota Malang. Di Januari 2025 ini, ada 12 kasus baru tercatat di Kota Malang. Kasus baru ini cukup mengkhawatirkan karena vaksin PMK tidak tersedia di Kota Malang.
Hal ini diakui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono. “Di Januari ini ada peningkatan kasus. Bulan ini ada 12 kasus. Ini ditemukan di Kelurahan Purwantoro Blimbing,” tegas Anton.
Kasus baru ini muncul diperkirakan karena adanya pergerakan sapi yang masuk dari wilayah lain. Dalam kasus di Kelurahan Purwantoro, peternak memang baru saja membeli sapi dari wilayah Kabupaten Malang.
Anton menjelaskan, kedatangan sapi baru ini kemudian tidak diantisipasi lebih lanjut. Dan digabungkan bersama dengan sapi-sapi ternaknya yang lama. “Terjangkit lalu menyebar. Tapi kasusnya ini masih dalam kategori gejala ringan tidak yang berat. Saat kami ke sana identifikasi, kami beri pengobatan karena kemungkinan besar bisa sembuh,” papar Anton.
Dikatakannya pada November sampai Desember 2024 lalu, total kasus PMK di Kota Malang ada sebanyak 25 kasus. Sebanyak 19 hewan ternak yang terjangkit PMK berhasil disembuhkan. Sedangkan dua ekor di potong paksa di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang dan 4empat ekor masih dalam proses penyembuhan. Anton menyampaikan kasus baru di Januari 2025 ini diyakini dapat disembuhkan.
“Memang ini ketersediaan vaksin PMK belum datang lagi. Kami masih menunggu dari pemerintah provinsi dan pusat. Sementara kasus ini kan masih gejala ringan jadi kami beri obat cacing dan disinfektan buat peternaknya,” kata Anton.
Dispangtan kini menggencarkan pemeriksaan dan pantauan kesehatan hewan ternak ke sentra-sentra peternak di Kota Malang. Dan sebagai upaya pencegahan, membagikan dua botol disinfektan, obat cacing, vitamin B komplek sebanyak 15 kaplet kepada rumah tangga peternak yang ada di Kota Malang. (ran)















